Kamis, 24 Juni 2010

Bukan sebuah kebetulan

Dari setiap segi kehidupan selalu ada pelajaran, itulah yang disebut hikmah, banyak hal yang membuat kita berfikir, dan harus memilih, hidup adalah pilihan, semua, setiap saat ada pilihan yang harus kita buat.
Sebuah kisah yang saya dapatkan dari seorang syeh mungkin menggambarkan, betapa seorang mnusia dihadapkan kepada pilihan.
" disebuah desa terpencil seorang anak yang menjelang dewasa, berpamitan kepada ayahnya untuk berdagang dipasar,... singkat cerita setelah berpamitan kepda ayah dan ibunya, sang anak berjalan menyusuri tepian sebuah hutan, diantara semak dan pepohonan ia berjalan, dan iapun menoleh kearah sebuah dataran yang tidak berpohon, ada seonggok semak menutupi seekor rubah tergeletak lemas, ia berkata dalam hati, "nampaknya ni rubah kelaparan, entar lagi mau mati ni rubah kalo ga makan, ... baru juga ia berbisik dalam hatinya, ia terkejut, ketika ia melihat sesosok harimau yang besar nun jauh disana nampak menarik binatang buruannya ditanah berjalan ke arahnya, maka ia melopat segera sembunyi dibalik pepohonan, diperhartikannya sang harimau makan dengan lahapnya, sang harimau makan buruannya tidak jauh dari sang rubah yang kelaparan tadi, dan setelah kenyang, beranjaklah sang harimau, menjauh.
Sianak memperhatikan ... rubah yang kelaparan keluar dari onggokan semak itu, perlahan menggeser tubuh lemahnya, mengahmpiri sisa2makanan sang harimau, ... ia jilati dan ia memakan serpihan serpihan daging yang masih tersisa, ... perlahan sang rubah terlihat mendapatkan kembali tenaganya ... dan bangkit ... kemudian lari ....

sang anak merenung Ia ber kata " Yaa Alloh, Engkau memberi rizki bahkan dari tempat sang rubah tergeletak, Engkau memberi rizki tanpa harus menyusahkan makhlukMu, dengan kehendak Mu wahai Penguasa Alam" kalo begitu kenapa aku harus susah payah bekerja ... sudah lah aku akan pulang saja, tuhanku akan mencukupiku serunya, sambil bergegas ia kembali kerumahnya.

Sang Ayah heran melihat anaknya kembali, ia pun bertanya kenapa, maka diceritakanlah kisah tadi , apa kata ayahnya, ia berkata, "anakku, Alloh memberi rizki kepada Hambanya sesuka Alloh, Tapi anakku aku ingin engkau menjadi harimau yang berkerka keras berburu dengan kekuatan usahanya, bertarung dan berlari, dengan gagahnya, hingga apa yang ia makan menjadi makanan bagi sang lemah, dan aku tak ingin engkau menjadi rubah, yang lemah lunglai, mengharap belas kasihan, tidak berdaya, ... anakku jadilah harimau yang kuat, jangan jadi rubah yang lemah ..."

sahabat .... marilah berdo'a semoga Kita jadi harimau-harimau Alloh yang berjuang bergerak, berlari, mengejar rizki, bukan menjadi rubah yang sekarat, lemah, mengharap belas kasihan ...., Aaamiiin

Wallohu a'lam bisshowwab ... semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar